Beban Kerja Meningkat, Damkar Halsel Keluhkan Kurangnya Fasilitas

Selasa, 16 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Indra Faris

Indra Faris

LABUHA – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), harus tetap stand bay, setelah mendapat tugas tambahan.

Berdasarkan tugas utama pemadam kebakaran (damkar) adalah melakukan pencegahan,pemadan kebakaran dan penyelamatan (rescue) pada kondisi darurat. Layanan dan kegiatan Utama yakni, Pemadaman Api, mengontrol dan memadamkan api pada bangunan, lahan, atau kendaraan, Pemadaman Darurat,mengevakuasi korban bencana, kecelakaan lalu lintas, atau evakuasi hewan berbahaya seperti ular. Selain itu, Pencegahan dan Edukasi yaitu, melakukan sosialisasi bahaya kebakaran serta pemeriksaan sistem proteksi pada gedung.

Baca Juga :  Wakili Bupati Sula Tutup Kegiatan Semarak Ramadan HPMW di Desa Wainib, Kabag Kesra: Saya Bangga dengan Generasi Muda Wainib

“Kita di Damkar sebenarnya kekurangan fasilitas, karena ada tugas lain seperti Rescue (penyelamatan) yang butuh fasilitas tambahan,”ungkap, Kepala Damkar, Indra Faris, krpada wartawan, Selasa (16/6/2026).

Indra menjelaskan, kalau dilihat dari beban kerja, Damkar memiliki beban kerja yang cukup tinggi, olehnya itu fatilitas juga harus memadai, sehingga tim yang melakukan penyelamatan juga bias terselamatkan.

“Beban kerja kita cukup tinggi, namun fasilitas kita kurang memadai. Misalnya, perlengkapan tim, sangat tidak memadai, sehingga ketika proses penyelamatan, justru tim Damkar yang rentan tidak bias tersematkan,”jelasnya.

Baca Juga :  Bentuk Satgas Bencana, Halbar Tetapkan Tanggap Darurat Sepekan

Indra berharap, masyarakat bias memahami kondisi yangada, sehingga ketika permintaan bantuan penyelamatan, kemudian fasilitas yang digunakan tidak memadai, harus dimaklumi.

“Misalnya, saat ini Damkar memiliki satu tugas tambahan yakni Rescue (penyelamatan) yakni, keika ada kecelakaan laut, Damkar harus terlibat, tapi saat ini Damkar tidak memiliki Armada, sehingga proses penyelamatan atau bantuan sedikit mengalamai kendala,”pungkasnya. (df)

Penulis : df

Editor : redaksi

Berita Terkait

Gandeng KPKNL, Pemkab Halsel Perkuat Penataan Aset Daerah
Perkuat Penanganan Stunting, NHM Peduli Salurkan Susu untuk 67 Balita
Warga Kawasi Bersatu Tangani Karhutla melalui Tim Siaga Bencana Desa
Empat Bulan Kantor Dipalang, Kades Laigoma Terancam Jadi DPO
NHM Perkuat Penanganan Stunting di Wilayah Lingkar Tambang
Chuzaemah Djauhar Resmi Pimpin PBSI Halbar Periode 2026–2030
BKD Halbar Genjot Pembinaan Manajemen Talenta ASN di OPD dan Kecamatan
Melalui FGD, Bupati Bassam Tegaskan Penyusunan RDTR Harus Beri Kepastian Investasi dan Jaga Lingkungan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:29

Gandeng KPKNL, Pemkab Halsel Perkuat Penataan Aset Daerah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:45

Perkuat Penanganan Stunting, NHM Peduli Salurkan Susu untuk 67 Balita

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:15

Warga Kawasi Bersatu Tangani Karhutla melalui Tim Siaga Bencana Desa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 02:36

Empat Bulan Kantor Dipalang, Kades Laigoma Terancam Jadi DPO

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:03

Chuzaemah Djauhar Resmi Pimpin PBSI Halbar Periode 2026–2030

Berita Terbaru