JAILOLO, teluknews – Desa Todowongi, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara, menjalani penilaian Kampung Pancasila tingkat nasional tahun 2026, Selasa (29/9/2026).
Penilaian ini menjadi momentum untuk melihat penerapan nilai-nilai Pancasila sekaligus potensi desa di bidang ketahanan pangan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pembinaan generasi muda.
Kegiatan tersebut dihadiri tim penilai yang dipimpin Brigjen TNI Yanto Reinald Nainggolan selaku Pa Sahli Tk. II Kasad Bidang Ideologi. Turut hadir Wakil Bupati Halbar Djufri Muhammad, Ketua DPRD Halbar Ibnu Saud Kadim, Sekretaris Daerah Julius Marau, Dandim 1501/Ternate Kolonel Inf. Jani Setiadi, Kapolres Halbar AKBP Muhammad Musni, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta unsur terkait lainnya.
Wakil Bupati Halbar Djufri Muhammad menegaskan, Kampung Pancasila tidak boleh hanya menjadi simbol atau program seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Kampung Pancasila bukan sekadar simbol, melainkan wadah untuk membangun semangat gotong royong, kedisiplinan, persatuan, dan kesadaran masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.
Ia berharap, program tersebut dapat memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurut Djufri, Desa Todowongi merupakan salah satu desa binaan di Halbar yang menunjukkan perkembangan, terutama dalam aspek kebersihan, kerapian lingkungan, dan pembangunan infrastruktur.
“Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar program Kampung Pancasila dapat berjalan secara berkelanjutan. Semangat kebersamaan dan gotong royong harus terus dijaga,” katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Penilai Brigjen TNI Yanto Reinald Nainggolan menjelaskan, penilaian Kampung Pancasila merupakan bagian dari upaya mendorong implementasi nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan nyata, bukan sekadar menghafalkan sila-silanya.
“Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui Kampung Pancasila, kita ingin melihat bagaimana nilai-nilai tersebut benar-benar diterapkan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Yanto menyebutkan, Desa Todowongi merupakan satu dari 63 desa atau kampung di berbagai wilayah Indonesia yang mengikuti proses penilaian Kampung Pancasila tahun 2026.
Penilaian tersebut diarahkan untuk mengukur sejauh mana masyarakat menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, memperkuat persatuan, dan menjaga semangat nasionalisme.
Sejumlah indikator menjadi perhatian tim penilai, di antaranya ketahanan pangan, layanan dan pemanfaatan media sosial, pembinaan Karang Taruna dan komponen pertahanan masyarakat, kegiatan pos keamanan lingkungan (poskamling), serta pengembangan UMKM.
“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong penguatan nasionalisme, persatuan, dan kecintaan masyarakat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Todowongi Mancelina Lobby menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan penilaian tersebut.
Ia mengatakan, pemerintah desa bersama masyarakat menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada Desa Todowongi untuk mengikuti penilaian Kampung Pancasila tingkat nasional.
“Pemerintah dan masyarakat Desa Todowongi menyambut baik kegiatan penilaian Kampung Pancasila ini. Kami berterima kasih karena desa kami mendapat kepercayaan untuk menjadi salah satu desa yang dinilai di tingkat nasional,” ujarnya.
Mancelina menjelaskan, Desa Todowongi memiliki sejumlah potensi yang terus dikembangkan, terutama di sektor pertanian dan UMKM. Potensi tersebut meliputi komoditas rempah-rempah, pengolahan jahe menjadi produk bubuk jahe, serta kerajinan anyaman rotan hasil karya masyarakat.
Menurutnya, produk-produk tersebut mulai dipromosikan melalui media sosial untuk memperluas jangkauan pemasaran sekaligus memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat luas.
“Desa kami memiliki potensi pertanian dan UMKM yang terus dikembangkan. Produk bubuk jahe dan kerajinan anyaman rotan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kreativitas serta perekonomian masyarakat,” katanya.
Selain mengembangkan UMKM, pemerintah desa juga mengelola lahan pertanian seluas sekitar 100 hektare melalui dukungan Dana Desa.
Pemerintah desa turut memanfaatkan berbagai media informasi, seperti Instagram, Facebook, situs web, dan Twitter, untuk mempromosikan potensi desa serta menyampaikan informasi mengenai kegiatan masyarakat.
Mancelina menambahkan, pembangunan infrastruktur, termasuk jembatan gantung, serta pembinaan dari Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhabinkamtibmas, dan partisipasi aktif masyarakat menjadi bagian dari upaya mendukung perkembangan Desa Todowongi.
Melalui penilaian Kampung Pancasila tingkat nasional ini, pemerintah desa berharap semangat gotong royong, persatuan, dan pengamalan nilai-nilai Pancasila semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat, sekaligus mendorong pengembangan potensi ekonomi desa secara berkelanjutan. (red)





















