Todowongi Tampil di Pentas Nasional, Wabup Djufri Dorong Kampung Pancasila Berprestasi

Rabu, 30 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Djufri Muhamad bersama Kades Todowongi dampingi Tim Penilai Kampung Pancasila. (Istimewa)

Wakil Bupati Djufri Muhamad bersama Kades Todowongi dampingi Tim Penilai Kampung Pancasila. (Istimewa)

JAILOLO, teluknews – Desa Todowongi, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara, menjalani penilaian Kampung Pancasila tingkat nasional tahun 2026, Selasa (29/9/2026).

Penilaian ini menjadi momentum untuk melihat penerapan nilai-nilai Pancasila sekaligus potensi desa di bidang ketahanan pangan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pembinaan generasi muda.

Kegiatan tersebut dihadiri tim penilai yang dipimpin Brigjen TNI Yanto Reinald Nainggolan selaku Pa Sahli Tk. II Kasad Bidang Ideologi. Turut hadir Wakil Bupati Halbar Djufri Muhammad, Ketua DPRD Halbar Ibnu Saud Kadim, Sekretaris Daerah Julius Marau, Dandim 1501/Ternate Kolonel Inf. Jani Setiadi, Kapolres Halbar AKBP Muhammad Musni, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta unsur terkait lainnya.

Wakil Bupati Halbar Djufri Muhammad menegaskan, Kampung Pancasila tidak boleh hanya menjadi simbol atau program seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Kampung Pancasila bukan sekadar simbol, melainkan wadah untuk membangun semangat gotong royong, kedisiplinan, persatuan, dan kesadaran masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.

Ia berharap, program tersebut dapat memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menurut Djufri, Desa Todowongi merupakan salah satu desa binaan di Halbar yang menunjukkan perkembangan, terutama dalam aspek kebersihan, kerapian lingkungan, dan pembangunan infrastruktur.

“Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar program Kampung Pancasila dapat berjalan secara berkelanjutan. Semangat kebersamaan dan gotong royong harus terus dijaga,” katanya.

Baca Juga :  Wartawan Sula Siap Gelar Pengobatan Gratis Sambut HUT Kepulauan Sula ke-23, Hadirkan 3 Dokter Spesialis dan 6 Dokter Umum

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Brigjen TNI Yanto Reinald Nainggolan menjelaskan, penilaian Kampung Pancasila merupakan bagian dari upaya mendorong implementasi nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan nyata, bukan sekadar menghafalkan sila-silanya.

“Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui Kampung Pancasila, kita ingin melihat bagaimana nilai-nilai tersebut benar-benar diterapkan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Yanto menyebutkan, Desa Todowongi merupakan satu dari 63 desa atau kampung di berbagai wilayah Indonesia yang mengikuti proses penilaian Kampung Pancasila tahun 2026.

Penilaian tersebut diarahkan untuk mengukur sejauh mana masyarakat menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, memperkuat persatuan, dan menjaga semangat nasionalisme.

Sejumlah indikator menjadi perhatian tim penilai, di antaranya ketahanan pangan, layanan dan pemanfaatan media sosial, pembinaan Karang Taruna dan komponen pertahanan masyarakat, kegiatan pos keamanan lingkungan (poskamling), serta pengembangan UMKM.

“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong penguatan nasionalisme, persatuan, dan kecintaan masyarakat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Todowongi Mancelina Lobby menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan penilaian tersebut.

Ia mengatakan, pemerintah desa bersama masyarakat menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada Desa Todowongi untuk mengikuti penilaian Kampung Pancasila tingkat nasional.

“Pemerintah dan masyarakat Desa Todowongi menyambut baik kegiatan penilaian Kampung Pancasila ini. Kami berterima kasih karena desa kami mendapat kepercayaan untuk menjadi salah satu desa yang dinilai di tingkat nasional,” ujarnya.

Baca Juga :  Kepala UPP Jailolo Bahas Penyusunan Rencana Induk Pelabuhan Bersama Pemda dan DPRD

Mancelina menjelaskan, Desa Todowongi memiliki sejumlah potensi yang terus dikembangkan, terutama di sektor pertanian dan UMKM. Potensi tersebut meliputi komoditas rempah-rempah, pengolahan jahe menjadi produk bubuk jahe, serta kerajinan anyaman rotan hasil karya masyarakat.

Menurutnya, produk-produk tersebut mulai dipromosikan melalui media sosial untuk memperluas jangkauan pemasaran sekaligus memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat luas.

“Desa kami memiliki potensi pertanian dan UMKM yang terus dikembangkan. Produk bubuk jahe dan kerajinan anyaman rotan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kreativitas serta perekonomian masyarakat,” katanya.

Selain mengembangkan UMKM, pemerintah desa juga mengelola lahan pertanian seluas sekitar 100 hektare melalui dukungan Dana Desa.

Pemerintah desa turut memanfaatkan berbagai media informasi, seperti Instagram, Facebook, situs web, dan Twitter, untuk mempromosikan potensi desa serta menyampaikan informasi mengenai kegiatan masyarakat.

Mancelina menambahkan, pembangunan infrastruktur, termasuk jembatan gantung, serta pembinaan dari Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhabinkamtibmas, dan partisipasi aktif masyarakat menjadi bagian dari upaya mendukung perkembangan Desa Todowongi.

Melalui penilaian Kampung Pancasila tingkat nasional ini, pemerintah desa berharap semangat gotong royong, persatuan, dan pengamalan nilai-nilai Pancasila semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat, sekaligus mendorong pengembangan potensi ekonomi desa secara berkelanjutan. (red)

Berita Terkait

Pemuda Muhammadiyah Halut Ingatkan Masyarakat Adat Lingkar Tambang Tak Terprovokasi Isu Gempur
Gandeng KPKNL, Pemkab Halsel Perkuat Penataan Aset Daerah
Perkuat Penanganan Stunting, NHM Peduli Salurkan Susu untuk 67 Balita
Warga Kawasi Bersatu Tangani Karhutla melalui Tim Siaga Bencana Desa
Empat Bulan Kantor Dipalang, Kades Laigoma Terancam Jadi DPO
NHM Perkuat Penanganan Stunting di Wilayah Lingkar Tambang
Chuzaemah Djauhar Resmi Pimpin PBSI Halbar Periode 2026–2030
BKD Halbar Genjot Pembinaan Manajemen Talenta ASN di OPD dan Kecamatan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:07

Pemuda Muhammadiyah Halut Ingatkan Masyarakat Adat Lingkar Tambang Tak Terprovokasi Isu Gempur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:29

Gandeng KPKNL, Pemkab Halsel Perkuat Penataan Aset Daerah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:45

Perkuat Penanganan Stunting, NHM Peduli Salurkan Susu untuk 67 Balita

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:15

Warga Kawasi Bersatu Tangani Karhutla melalui Tim Siaga Bencana Desa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 02:36

Empat Bulan Kantor Dipalang, Kades Laigoma Terancam Jadi DPO

Berita Terbaru