SULAWESI TENGGARA – Proyek rehabilitasi Pelabuhan Rakyat di Kecamatan Batuatas, Desa Batuatas Timur, Kabupaten Buton Selatan, kembali menuai sorotan tajam publik.
Proyek bernilai miliaran rupiah itu diduga bermasalah lantaran baru sebulan rampung, namun sudah mengalami kerusakan serius.
Pelabuhan yang direhabilitasi menggunakan anggaran negara tersebut dilaporkan mengalami retakan, pecahan, hingga lubang pada bagian tepi dermaga. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat, mengingat usia bangunan yang tergolong masih sangat baru.
Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), proyek tersebut tercatat dengan nama paket “Bangunan Gedung Terminal/Pelabuhan/Bandara (Rehabilitasi Pelabuhan Rakyat Batuatas)”. Pekerjaan ini dimenangkan oleh CV Mujur Abadi yang beralamat di Desa Lampanairi, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan.
Nilai penawaran sekaligus nilai kontrak proyek mencapai Rp1.443.344.032,44, atau nyaris menyentuh pagu dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp1.450.000.000,00. Besarnya anggaran ini dinilai tidak sebanding dengan kualitas hasil pekerjaan di lapangan.
Fakta kerusakan pelabuhan mencuat setelah beredarnya dokumentasi foto di grup WhatsApp “Kerukunan Keluarga Batuatas Nasional”, Selasa (20/1/2026). Foto-foto tersebut memperlihatkan kondisi tepi pelabuhan yang retak, pecah, dan berlubang usai diterjang ombak dalam beberapa hari terakhir.
Tak hanya itu, material beton dan batuan pada struktur dermaga tampak terlepas dan jatuh ke bagian bawah pelabuhan yang langsung berbatasan dengan laut. Kondisi ini mengindikasikan lemahnya kualitas konstruksi serta memunculkan dugaan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi teknis.
Kerusakan yang terjadi dalam waktu singkat ini memantik tanda tanya besar di tengah masyarakat. Warga menilai, dengan anggaran hampir Rp1,45 miliar, hasil rehabilitasi seharusnya mampu bertahan terhadap gelombang laut yang merupakan kondisi alam normal di wilayah pesisir.
Masyarakat juga menyoroti potensi bahaya yang ditimbulkan. Selain mengganggu fungsi pelabuhan sebagai sarana transportasi laut, kondisi dermaga yang rusak dinilai dapat mengancam keselamatan pengguna jika tidak segera diperbaiki.
Diketahui, proyek rehabilitasi Pelabuhan Rakyat Batuatas Timur merupakan pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Buton Selatan. Publik kini mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek, termasuk pengawasan dan pertanggungjawaban pihak-pihak terkait. (red)





















