Anggaran Rp1,45 Miliar Tak Sejalan Kualitas, Pelabuhan Rakyat Batuatas Cepat Rusak

Selasa, 20 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pelabuhan Rakyat mengalami retakan, pecahan, hingga lubang pada bagian tepi dermaga.

Pelabuhan Rakyat mengalami retakan, pecahan, hingga lubang pada bagian tepi dermaga.

SULAWESI TENGGARA – Proyek rehabilitasi Pelabuhan Rakyat di Kecamatan Batuatas, Desa Batuatas Timur, Kabupaten Buton Selatan, kembali menuai sorotan tajam publik.

Proyek bernilai miliaran rupiah itu diduga bermasalah lantaran baru sebulan rampung, namun sudah mengalami kerusakan serius.

Pelabuhan yang direhabilitasi menggunakan anggaran negara tersebut dilaporkan mengalami retakan, pecahan, hingga lubang pada bagian tepi dermaga. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat, mengingat usia bangunan yang tergolong masih sangat baru.

Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), proyek tersebut tercatat dengan nama paket “Bangunan Gedung Terminal/Pelabuhan/Bandara (Rehabilitasi Pelabuhan Rakyat Batuatas)”. Pekerjaan ini dimenangkan oleh CV Mujur Abadi yang beralamat di Desa Lampanairi, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan.

Baca Juga :  1.374 PPPK Paruh Waktu Halbar Terima SK, Gaji Rp750 Ribu Segera Dianggarkan

Nilai penawaran sekaligus nilai kontrak proyek mencapai Rp1.443.344.032,44, atau nyaris menyentuh pagu dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp1.450.000.000,00. Besarnya anggaran ini dinilai tidak sebanding dengan kualitas hasil pekerjaan di lapangan.

Fakta kerusakan pelabuhan mencuat setelah beredarnya dokumentasi foto di grup WhatsApp “Kerukunan Keluarga Batuatas Nasional”, Selasa (20/1/2026). Foto-foto tersebut memperlihatkan kondisi tepi pelabuhan yang retak, pecah, dan berlubang usai diterjang ombak dalam beberapa hari terakhir.

Tak hanya itu, material beton dan batuan pada struktur dermaga tampak terlepas dan jatuh ke bagian bawah pelabuhan yang langsung berbatasan dengan laut. Kondisi ini mengindikasikan lemahnya kualitas konstruksi serta memunculkan dugaan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi teknis.

Baca Juga :  Proyek Jembatan Ake Dolik Diduga Gunakan Material Ilegal

Kerusakan yang terjadi dalam waktu singkat ini memantik tanda tanya besar di tengah masyarakat. Warga menilai, dengan anggaran hampir Rp1,45 miliar, hasil rehabilitasi seharusnya mampu bertahan terhadap gelombang laut yang merupakan kondisi alam normal di wilayah pesisir.

Masyarakat juga menyoroti potensi bahaya yang ditimbulkan. Selain mengganggu fungsi pelabuhan sebagai sarana transportasi laut, kondisi dermaga yang rusak dinilai dapat mengancam keselamatan pengguna jika tidak segera diperbaiki.

Diketahui, proyek rehabilitasi Pelabuhan Rakyat Batuatas Timur merupakan pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Buton Selatan. Publik kini mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek, termasuk pengawasan dan pertanggungjawaban pihak-pihak terkait. (red)

Berita Terkait

Pemuda Muhammadiyah Halut Ingatkan Masyarakat Adat Lingkar Tambang Tak Terprovokasi Isu Gempur
Gandeng KPKNL, Pemkab Halsel Perkuat Penataan Aset Daerah
Perkuat Penanganan Stunting, NHM Peduli Salurkan Susu untuk 67 Balita
Warga Kawasi Bersatu Tangani Karhutla melalui Tim Siaga Bencana Desa
Empat Bulan Kantor Dipalang, Kades Laigoma Terancam Jadi DPO
NHM Perkuat Penanganan Stunting di Wilayah Lingkar Tambang
Chuzaemah Djauhar Resmi Pimpin PBSI Halbar Periode 2026–2030
BKD Halbar Genjot Pembinaan Manajemen Talenta ASN di OPD dan Kecamatan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:07

Pemuda Muhammadiyah Halut Ingatkan Masyarakat Adat Lingkar Tambang Tak Terprovokasi Isu Gempur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:29

Gandeng KPKNL, Pemkab Halsel Perkuat Penataan Aset Daerah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:45

Perkuat Penanganan Stunting, NHM Peduli Salurkan Susu untuk 67 Balita

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:15

Warga Kawasi Bersatu Tangani Karhutla melalui Tim Siaga Bencana Desa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 02:36

Empat Bulan Kantor Dipalang, Kades Laigoma Terancam Jadi DPO

Berita Terbaru