JAILOLO, teluknews – Bentrokan antarwarga Desa Domato dan Desa Dehe, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), pecah usai pertandingan sepak bola antardesa, di Desa Tuguraci, Minggu (20/9/2026) sore kemarin.
Kericuhan yang terjadi sekitar pukul 16.56 WIT itu membuat aparat TNI dan Polri harus bersiaga hingga Senin (21/9/2026) untuk mengantisipasi bentrokan susulan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kericuhan bermula setelah pertandingan berakhir. Salah satu pihak diduga tidak menerima hasil pertandingan sehingga situasi kemudian memanas.
Ketegangan berkembang menjadi bentrokan fisik yang melibatkan sejumlah warga dari kedua desa. Situasi tersebut membuat aparat keamanan turun tangan untuk mengendalikan keadaan dan mencegah kericuhan meluas.
Dalam peristiwa tersebut, kedua kelompok warga disebut membawa senjata tajam. Informasi yang beredar menyebut adanya warga yang membawa parang dan tombak. Namun, mengenai jenis senjata serta penggunaannya masih menunggu keterangan resmi dari aparat keamanan.
Selain itu, terdapat informasi mengenai dugaan penggunaan bahan peledak dalam kericuhan yang disebut berasal dari arah Desa Domato. Satu unit rumah juga dilaporkan diduga dibakar dalam rangkaian kericuhan tersebut.
Hingga Minggu malam dan berlanjut sampai Senin dini hari, aparat TNI dan Polri masih melakukan penjagaan di wilayah yang menjadi titik ketegangan. Penjagaan dilakukan untuk memisahkan kedua kelompok serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan susulan.
Memasuki Senin (21/9/2026), kondisi keamanan di sekitar Desa Domato dan Desa Dehe masih menjadi perhatian masyarakat. Aparat keamanan tetap bersiaga di lokasi sambil mendorong penyelesaian persoalan melalui proses mediasi.
Kapolsek Jailolo Selatan, Ipda Agung Wira Nugraha, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya masih melakukan mediasi dengan pihak-pihak yang terlibat.
“Nanti saya infokan kembali, sementara masih proses mediasi,” kata Agung singkat.
Sementara itu, warga berharap situasi di kedua wilayah tersebut segera kembali kondusif. Kondisi keamanan yang stabil dinilai penting agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal, termasuk kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah.
Hingga berita ini diturunkan, aparat TNI dan Polri masih bersiaga di wilayah tersebut guna menjaga keamanan dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan susulan antara kedua pihak. (red)





















