LABUHA – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), mencatat sepanjang bulan Agustus telah terjadi kebakaran kurang lebih 30 titik.
Kepala Damkar Halsel, Indra Faris kepada wartawan menyatakan, sepanjang bulan agustus pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sudah dilakukan kurang lebih 30 titik diantaranya, di Desa Tuokona, Panamboang, Marabose dan Kampung Makian atau tepatnya di lokasi Masjid Agung Al Khairaat.
“Kurang lebih 30 titik pemadaman karhutla di wilayah ibu kota labuha,”ungkap Indra.
Indra menjelaskan, penyebap terjadinya karhutlah biasanya lebih pada aktivitas masyarakat misalnya pembakar hutan atau lahan dianggap sebagai cara yang cepat dan mudah untuk membersihkan vegetasi guna keperluan perkebunan atau pertanian, kemudian membuang puntung rokok sembarangan di area kering atau meninggalkan sisa api unggun dan perapian tanpa dipadamkan secara sempurna. Selain itu, suhu yang tinggi dan kurangnya curah hujan membuat vegetasi serta ranting kering menjadi bahan bakar yang mudah tersulut api.
”Banyak faktor penyebap kebakaran karhutla, karena saat ini memasuki kemarau panjang disertai angin kencang, sehingga membuat api cepat merembet dan membesar,”jelasnya.
Indra menyatakan, kemarau panjang diprediksi baru akan berakhir hingga Oktober mendatang, bahkan karhutlah akan mencapai puncaknya pada September nanti, olehnya itu masyarakat diminta tidak membakar rumput di sembarangan tempat, puntung rokok yang dibuang harus dipastikan sudah mati.
”Di wilayah kota juga rawan terjadi kebakaran. Kemudian di beberapa titik di wilayah gane juga ada kebaran. Proses pemadaman api yang dilakukan tim Damkar juga dibantu oleh TNI/Polri. Harapan kami, masyarakat juga turut berpartisipasi dalam mencegah Karhutla, karena semua titik tidak bisa dijangkau oleh Damkar,”pungkasnya. (df)
Penulis : Df
Editor : Redaksi





















