Damkar Beberkan 30 Titik Wilayah Halsel Terjadi Karhutla

Jumat, 28 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LABUHA – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), mencatat sepanjang bulan Agustus telah terjadi kebakaran kurang lebih 30 titik.

Kepala Damkar Halsel, Indra Faris kepada wartawan menyatakan, sepanjang bulan agustus pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sudah dilakukan kurang lebih 30 titik diantaranya, di Desa Tuokona, Panamboang, Marabose dan Kampung Makian atau tepatnya di lokasi Masjid Agung Al Khairaat.

“Kurang lebih 30 titik pemadaman karhutla di wilayah ibu kota labuha,”ungkap Indra.

Indra menjelaskan, penyebap terjadinya karhutlah biasanya lebih pada aktivitas masyarakat misalnya pembakar hutan atau lahan dianggap sebagai cara yang cepat dan mudah untuk membersihkan vegetasi guna keperluan perkebunan atau pertanian, kemudian membuang puntung rokok sembarangan di area kering atau meninggalkan sisa api unggun dan perapian tanpa dipadamkan secara sempurna. Selain itu, suhu yang tinggi dan kurangnya curah hujan membuat vegetasi serta ranting kering menjadi bahan bakar yang mudah tersulut api.

Baca Juga :  Sekwan DPRD Halbar Klarifikasi Tudingan Penghinaan Profesi Dokter

”Banyak faktor penyebap kebakaran karhutla, karena saat ini memasuki kemarau panjang disertai angin kencang, sehingga membuat api cepat merembet dan membesar,”jelasnya.

Baca Juga :  Jadi Sopir Pertamina, Ino Diduga Miliki Pangkalan BBM Subsidi dan Gudang Penampungan Solar

Indra menyatakan, kemarau panjang diprediksi baru akan berakhir hingga Oktober mendatang, bahkan karhutlah akan mencapai puncaknya pada September nanti, olehnya itu masyarakat diminta tidak membakar rumput di sembarangan tempat, puntung rokok yang dibuang harus dipastikan sudah mati.

”Di wilayah kota juga rawan terjadi kebakaran. Kemudian di beberapa titik di wilayah gane juga ada kebaran. Proses pemadaman api yang dilakukan tim Damkar juga dibantu oleh TNI/Polri. Harapan kami, masyarakat juga turut berpartisipasi dalam mencegah Karhutla, karena semua titik tidak bisa dijangkau oleh Damkar,”pungkasnya. (df)

Penulis : Df

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Pemuda Muhammadiyah Halut Ingatkan Masyarakat Adat Lingkar Tambang Tak Terprovokasi Isu Gempur
Gandeng KPKNL, Pemkab Halsel Perkuat Penataan Aset Daerah
Perkuat Penanganan Stunting, NHM Peduli Salurkan Susu untuk 67 Balita
Warga Kawasi Bersatu Tangani Karhutla melalui Tim Siaga Bencana Desa
Empat Bulan Kantor Dipalang, Kades Laigoma Terancam Jadi DPO
NHM Perkuat Penanganan Stunting di Wilayah Lingkar Tambang
Chuzaemah Djauhar Resmi Pimpin PBSI Halbar Periode 2026–2030
BKD Halbar Genjot Pembinaan Manajemen Talenta ASN di OPD dan Kecamatan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:07

Pemuda Muhammadiyah Halut Ingatkan Masyarakat Adat Lingkar Tambang Tak Terprovokasi Isu Gempur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:29

Gandeng KPKNL, Pemkab Halsel Perkuat Penataan Aset Daerah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:45

Perkuat Penanganan Stunting, NHM Peduli Salurkan Susu untuk 67 Balita

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:15

Warga Kawasi Bersatu Tangani Karhutla melalui Tim Siaga Bencana Desa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 02:36

Empat Bulan Kantor Dipalang, Kades Laigoma Terancam Jadi DPO

Berita Terbaru