Hanyut Lima Jam di Laut Loloda Tengah, Mahasiswa dan Balita Selamat

Onal Himbau Masyarakat Loteng Waspada Cuaca di Bulan Desember Saat Melakukan Perjalanan Laut.

Jumat, 26 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kecelakaan laut. (Istimewa)

Ilustrasi kecelakaan laut. (Istimewa)

JAILOLO, Teluknews – Kecelakaan laut yang melibatkan sejumlah mahasiswa dan dua balita terjadi di perairan Loloda Tengah (Loteng), Kabupaten Halmahera Barat, Rabu (24/12/2025) sore. Para korban yang sempat hanyut selama sekitar lima jam dilaporkan berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIT saat sebuah perahu ketinting yang ditumpangi para korban bertolak dari Pelabuhan Nolu menuju Desa Barataku, Kecamatan Loloda Tengah. Di tengah perjalanan, perahu mengalami insiden hingga para penumpangnya terombang-ambing di laut.

Setelah dilakukan pencarian oleh warga, para korban akhirnya ditemukan dan dievakuasi sekitar pukul 23.00 WIT. Proses penyelamatan melibatkan tujuh bodi perahu fiber milik warga Desa Barataku yang bergerak menyisir perairan hingga ke tepi pantai.

Baca Juga :  Halmahera Barat Kirim Tujuh Pelajar Terbaik ke Paskibraka Provinsi Maluku Utara

Korban selamat diketahui berinisial J.B, G.L, Y.L, A.H, L.I, Y.D, dan S.T, serta dua balita masing-masing berusia sekitar lima tahun dan satu tahun. Sementara itu, satu mahasiswa bernama Ijaza dilaporkan sempat terpisah dari rombongan saat kejadian.

Peristiwa kecelakaan laut tersebut dibenarkan oleh Tokoh Pemuda Loloda Tengah yang juga merupakan keluarga korban selamat, Ronal Tuandali, saat dikonfirmasi media ini pada Kamis (25/12/2025).

Ronal yang akrab disapa Onal menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa warga Desa Barataku. Ia menyebut, kecelakaan serupa kerap terjadi di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Dodinga Resmi Dicanangkan sebagai Kampung Wallace

“Peristiwa seperti ini sudah berulang kali terjadi. Warga terpaksa memilih jalur laut karena kondisi jalan darat belum layak dilalui. Namun demikian, kami sangat prihatin atas musibah yang menimpa saudara-saudara kami,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat Loloda Tengah agar lebih berhati-hati dan selalu mempertimbangkan faktor keselamatan dalam melakukan perjalanan, baik melalui jalur laut maupun darat.

“Cuaca di bulan Desember sering kali tidak menentu. Kami mengingatkan warga agar tetap waspada dan berikhtiar demi keselamatan bersama,” pungkasnya.

Penulis : Jojo An

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Kantor Desa di Palang, Tiga Bulan Kades Laigoma ‘Melarikan Diri’
Pemuda Muhammadiyah Halut Ingatkan Masyarakat Adat Lingkar Tambang Tak Terprovokasi Isu Gempur
Gandeng KPKNL, Pemkab Halsel Perkuat Penataan Aset Daerah
Perkuat Penanganan Stunting, NHM Peduli Salurkan Susu untuk 67 Balita
Warga Kawasi Bersatu Tangani Karhutla melalui Tim Siaga Bencana Desa
Empat Bulan Kantor Dipalang, Kades Laigoma Terancam Jadi DPO
NHM Perkuat Penanganan Stunting di Wilayah Lingkar Tambang
Chuzaemah Djauhar Resmi Pimpin PBSI Halbar Periode 2026–2030

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:41

Kantor Desa di Palang, Tiga Bulan Kades Laigoma ‘Melarikan Diri’

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:07

Pemuda Muhammadiyah Halut Ingatkan Masyarakat Adat Lingkar Tambang Tak Terprovokasi Isu Gempur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:29

Gandeng KPKNL, Pemkab Halsel Perkuat Penataan Aset Daerah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:45

Perkuat Penanganan Stunting, NHM Peduli Salurkan Susu untuk 67 Balita

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:15

Warga Kawasi Bersatu Tangani Karhutla melalui Tim Siaga Bencana Desa

Berita Terbaru