Harmoni Tambang dan Tani: Petani Milenial Obi Pasok Puluhan Ton Buah dan Sayur ke Harita Nickel

Rabu, 11 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Semangka hasil budidaya petani Desa Buton yang dipasok untuk memenuhi kebutuhan pangan karyawan di kawasan operasional Harita Nickel.

Semangka hasil budidaya petani Desa Buton yang dipasok untuk memenuhi kebutuhan pangan karyawan di kawasan operasional Harita Nickel.

PULAU OBI – Di tengah industri pertambangan PulauObi, sebuah gerakan kedaulatan pangan tumbuh dari tangan dingin Darwan Aduhasan (33).

Melalui inisiatif “Petani Milenial”, Darwan berhasil membuktikan bahwa sektor pertanian dan pertambangan dapat berjalan beriringan dan berkolaborasi untuk menyejahterakan masyarakat lokal.

Darwan, seorang sarjana komunikasi, memilih meletakkan ijazahnya untuk kembali ke lahan pertanian. Ia kini memimpin kelompok tani di Desa Buton dan menjadi salah satu pemasok kebutuhan pangan karyawan Harita Nickel. Darwan memilih langkah berbeda dari kebanyakan pemuda di Pulau Obi yang berbondong masuk ke industri tambang.

“Saya melihat potensi pertanian di wilayah ini sangat besar. Keluarga kami selama 15 tahun bisa bertahan hidup, bahkan membiayai sekolah hingga sarjana, murni dari hasil pertanian dan hortikultura. Sedangkan kehadiran industri telah membuka jalan kolaborasi yang sangat membantu kami untuk ketersediaan pasar,”ujar Darwan.

Baca Juga :  Ramadan Penuh Berkah, Bapenda Halbar Buka Puasa Bersama Wartawan dan Santuni Warga

Untuk menghidupkan kembali minat pemuda, Darwan membentuk kelompok tani bernama PELANGI (Petani yang Menjunjung Tinggi Nilai Persatuan dan Gotong Royong). Kelompok ini menjadi perintis kedaulatan pangan di lingkar tambang dengan misi mengubah pola pikir bahwa bekerja layak tidak hanya di area perusahaan.

Pasokan Semangka Organik untuk Karyawan

Kolaborasi nyata antara petani dan perusahaan mulai menguat sejak 2022 melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Harita Nickel. Berawal dari lahan 2 hektare, kelompok tani binaan Darwan seperti Kelompok Tani Daun Hijau dan Cempaka berhasil memanen masing-masing 7 hingga 8 ton semangka per hektare.

Menariknya, sejak 2024, Harita Nickel mendorong para petani untuk beralih sepenuhnya ke sistem pertanian organik.

“Kami dibimbing oleh tim CSR perusahaan untuk memproduksi pupuk kompos mandiri dan pestisida nabati. Hasilnya, meski sempat ada penyesuaian produksi, biaya modal kami turun drastis. Dengan modal hanya Rp250.000, kami bisa memanen 2,75 ton semangka organik murni,”jelas peraih Penghargaan Pengembangan Desa Berkelanjutan 2024 dari Kemendes ini.

Baca Juga :  Pererat Silaturahmi dan Perkuat Kemitraan. Polres Kepulauan Sula Gelar Buka Puasa Bersama dengan Lintas Elemen Masyarakat

Seluruh hasil panen tersebut kini rutin didistribusikan kekatering Harita Nickel untuk dikonsumsi oleh ribuan karyawan perusahaan. Hal ini menciptakan siklus ekonomi yang menguntungkan kedua belah pihak: perusahaan mendapatkan pasokan pangan segar dan sehat, sementara petani mendapatkan kepastian pasar.

Hingga saat ini, program perluasan lahan terus berlanjut. Dari yang semula hanya 28 orang, Darwan menargetkan pada tahun 2026 akan ada 100 petani aktif yang mengelola sawah, hortikultura, hingga buah-buahan seperti semangka.

“Harapan saya melalui program PELANGI, masyarakat sadar bahwa sektor pertanian mampu menghidupi kehidupan secara layak dan berkelanjutan, bahkan di daerah yang dikenal sebagai pusat pertambangan,” pungkasnya. (***)

Berita Terkait

Kantor Desa di Palang, Tiga Bulan Kades Laigoma ‘Melarikan Diri’
Pemuda Muhammadiyah Halut Ingatkan Masyarakat Adat Lingkar Tambang Tak Terprovokasi Isu Gempur
Gandeng KPKNL, Pemkab Halsel Perkuat Penataan Aset Daerah
Perkuat Penanganan Stunting, NHM Peduli Salurkan Susu untuk 67 Balita
Warga Kawasi Bersatu Tangani Karhutla melalui Tim Siaga Bencana Desa
Empat Bulan Kantor Dipalang, Kades Laigoma Terancam Jadi DPO
NHM Perkuat Penanganan Stunting di Wilayah Lingkar Tambang
Chuzaemah Djauhar Resmi Pimpin PBSI Halbar Periode 2026–2030

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:41

Kantor Desa di Palang, Tiga Bulan Kades Laigoma ‘Melarikan Diri’

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:07

Pemuda Muhammadiyah Halut Ingatkan Masyarakat Adat Lingkar Tambang Tak Terprovokasi Isu Gempur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:29

Gandeng KPKNL, Pemkab Halsel Perkuat Penataan Aset Daerah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:45

Perkuat Penanganan Stunting, NHM Peduli Salurkan Susu untuk 67 Balita

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:15

Warga Kawasi Bersatu Tangani Karhutla melalui Tim Siaga Bencana Desa

Berita Terbaru