JAILOLO, teluknews – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Rosbery Uang, menyalurkan bantuan pendidikan kepada siswa SD Inpres 40 Halmahera Barat saat mengunjungi warga Desa Totala Jaya yang mengungsi akibat banjir dan longsor.
Warga terdampak saat ini mengungsi di Desa Kedi, Kecamatan Loloda. Kunjungan tersebut berlangsung pada Selasa (27/1/2026) itu, merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah, sekaligus menjaga keberlangsungan layanan pendidikan di wilayah terdampak bencana.
“Kami hadir di sini bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga memastikan bahwa masyarakat dan anak-anak kita tidak merasa ditinggalkan oleh pemerintah dalam situasi sulit seperti ini,” ujar Rosbery Uang.
Dalam kegiatan itu, Rosbery mengatakan pihaknya menyalurkan bantuan berupa seragam sekolah dan alat tulis kepada siswa SD Inpres 40 Halmahera Barat yang terdampak langsung bencana alam.
Untuk sementara, siswa-siswi yang terdampak menjalani proses belajar mengajar di SD GMIH Kedi sebagai lokasi pembelajaran darurat.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap keberlangsungan proses belajar-mengajar, agar anak-anak tetap semangat bersekolah meskipun sedang menghadapi kondisi yang tidak mudah,” lanjutnya.
Selain menyerahkan bantuan pendidikan, Rosbery juga berdialog dengan masyarakat setempat untuk mendengarkan langsung berbagai keluhan dan kebutuhan mendesak pascabencana, khususnya terkait sarana pendidikan dan fasilitas umum.
Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus melakukan koordinasi lintas sektor guna mempercepat proses pemulihan sosial, ekonomi, dan pendidikan di wilayah terdampak.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait agar proses pemulihan dapat berjalan secara terpadu, terarah, dan berkelanjutan, terutama dalam memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikannya,” tegas Rosbery.
Masyarakat Desa Totala Jaya menyambut positif kehadiran dan perhatian pemerintah daerah yang dinilai memberikan motivasi serta harapan baru bagi warga untuk bangkit dari dampak bencana.
“Kami berharap kehadiran pemerintah ini menjadi penguat bagi masyarakat untuk kembali bangkit, serta menjadi bukti bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama meskipun dalam kondisi darurat,” pungkasnya. (red)





















