JAILOLO, teluknews– Tim Gabungan Samsat Halmahera Barat (Halbar) menggelar Operasi Keselamatan 2026 dengan menyasar sejumlah pelanggaran lalu lintas yang berpotensi tinggi menyebabkan kecelakaan.
Kegiatan ini melibatkan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polri, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), dan Jasa Raharja.
Kepala UPTD Samsat Halmahera Barat (Halbar), Mulyati Muhammad Nur, mengatakan operasi tersebut difokuskan pada pelanggaran lalu lintas yang berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan, dengan pendekatan humanis dan edukatif.
“Fokus utama dalam operasi ini meliputi pengendara melawan arus, melebihi batas kecepatan, pengendara di bawah umur atau tanpa SIM, menggunakan ponsel saat berkendara, mengemudi di bawah pengaruh alkohol, tidak menggunakan sabuk pengaman bagi pengemudi mobil, tidak menggunakan helm SNI bagi pengendara motor, serta TNKB yang tidak sesuai ketentuan,” jelasnya, Kamis (5/2/2026).
Mulyati menuturkan, melalui sinergi tiga institusi tersebut, operasi diharapkan mampu memberikan efek preventif sekaligus edukatif kepada masyarakat pengguna jalan.
“Tujuannya menciptakan iklim berlalu lintas yang lebih tertib, aman, dan nyaman guna menekan angka kecelakaan di tahun 2026,” ujarnya.
Ia menambahkan, operasi gabungan ini tidak hanya bertujuan menegakkan aturan, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya keselamatan berkendara, kelengkapan dokumen kendaraan, serta kepatuhan membayar pajak kendaraan dan asuransi.
“Melalui pelaksanaan operasi gabungan ini, kami berharap dapat memberikan dampak positif dalam menekan angka pelanggaran serta mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas di Halbar. Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan tertib lalu lintas,” pungkasnya. (red)





















