JAILOLO, teluknews – Wakil Bupati Halmahera Barat, Djufri Muhamad, menghadiri penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) rencana hibah barang milik daerah berupa lahan untuk pembangunan pergudangan oleh Perum Bulog di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Djufri mengatakan, kehadirannya dalam kegiatan tersebut merupakan penugasan langsung dari Bupati Halmahera Barat guna memastikan kesiapan daerah dalam mendukung program strategis nasional di sektor pangan.
“Saya ditugaskan oleh Pak Bupati ke Kantor Bulog RI di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, untuk menghadiri agenda penandatanganan kesepakatan bersama rencana hibah lahan guna pembangunan pergudangan oleh Bulog,” ujar Djufri.
Ia menjelaskan, selain Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, sejumlah kepala daerah lain juga turut hadir, di antaranya Wakil Bupati Pulau Morotai, Wakil Bupati Kepulauan Sula, Wakil Bupati Pulau Taliabu, Bupati Buru Selatan, Bupati Maluku Barat Daya, serta Bupati Mamasa, Sulawesi Barat.
Rapat kemudian dibuka oleh Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog, Soedarsono Hardjosoekarto, didampingi Kepala Divisi Hukum Isha Wiyono dan Sekretaris Perusahaan Dhana Putra Prasetia beserta jajaran.
Dalam arahannya, Direktur SDM Bulog menyampaikan bahwa pembangunan gudang modern merupakan bagian dari instruksi Presiden untuk memperkuat cadangan pangan nasional.
“Program ini merupakan perintah Presiden untuk percepatan pembangunan 100 gudang modern baru bagi Perum Bulog, yang diperkuat melalui Instruksi Presiden, dengan nilai proyek mencapai Rp5 triliun,” kata Djufri mengutip arahan tersebut.
Ia menambahkan, gudang modern itu nantinya akan dilengkapi teknologi dryer dan rice millingguna meningkatkan kapasitas penyimpanan serta pengolahan beras dan jagung.
Djufri menegaskan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat memiliki kepentingan besar agar fasilitas pergudangan Bulog dapat dibangun di wilayahnya.
“Pemkab Halmahera Barat bersedia menghibahkan lahan seluas 2,5 hektare yang berlokasi di Desa Goal, Kecamatan Sahu Timur. Lahan ini disiapkan atas permintaan Bulog agar proses hibah segera dilakukan, sehingga pada tahun 2026 dapat menjadi salah satu prioritas pembangunan,” pungkasnya. (red)





















