LABUHA – Suasana pembukaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di Desa Mafa, Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), pada Rabu (22/4/2026) diwarnai aksi unjuk rasa warga yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Peduli Negeri (ARPN) bersama Pemuda Pemudi Faisinglo.
Aksi tersebut dilakukan lantaran tuntutan warga kepada Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba, terkait dugaan penyalagunaan anggaram dana desa yang dilakukan oleh Kepala Desa (Kades) Harun Hamid sejak tahun 2023-2025 tidak pernah ditindaklanjuti, padahal laporan warga telah disampaikan sejak tahun 2025 lalu. Akibat dari ketidakjelasan atas tuntutan yang telah diajukan sejak 2025, ARPN kemudian melakukan pemalangan kantor Desa disaat Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba, Kapolres Halsel AKBP. Hendra Gunawan, Dandim 1501/Labuha, Kadis PMD M. Zaky Abdul Wahab menghadiri pembukaan TMMD di Desa Mafa.
“Bukan saja penyalagunaan dana desa, Kades juga tidak transparan, karena program TMMD di Desa Mafa tidak pernah dilakukan sosialisasi oleh Kades kepada masyarakat, bahkan musyawarapun tidak dilakukan,”cetus Koordinator Lapangan (Korlap) Taufik Hidayat ketika menyampaikan orasinya.
Taufik menilai, Desa Mafa seakan dianaktirikan oleh pemerintah daerah, karena jalan yang rusak parah tidak pernah diperbaiki, padahal Desa Mafa merupakan ibu kota Kecamatan, tapi tidak pernah ada perhatian serius.
“Desa Mafa adalah Kecamatan tertua di Gane Timur, tapi kami merasa dianaktirikan dalam hal pembangunan,”tegasnya.
Di hadapan Bupati Bassam Kasuba, Taufik memberikan waktu satu minggu agar masalah di Desa Mafa segera dituntaskan, jika tidak maka ARPN akan memboikot seluruh aktifitas pemerintahan di Kecamatan Gane Timur.
“Jika dalam waktu satu minggu tidak ada tindak lanjut dari Pak Bupati, maka masyarakat akan memboikot seluruh aktivitas pemerintahan di Desa Mafa,”tandasnya.
Sementara Bupati Bassam Kasuba yang menyaksikan langsung aksi ARPN meminta diberikan waktu satu minggu untuk memproses laporan warga.
“Saya perintahkan pak Camat segera memfasilitasi pertuman warga bersama pemerintah desa untuk dicarikan solusi,”pungkasnya. (df)
Penulis : Df
Editor : Redaksi





















